kali ini saya membagikan contoh cerpen berdasarkan peristiwa yang pernah dialami.
langsung saja nihh saya bagii :) :D ;)
langsung saja nihh saya bagii :) :D ;)
Satu Kamar Berdelapan
Terlihat sekumpulan anak duduk di emperan kelas. Bagus,
Andi dan Doni asik berbincang-bincang membahas kegiatan Study Tour yang sekolah
mereka adakan.
“Kamu
pilih study tour kemana Gus?” tanya Andi kepada Bagus dengan nada
bercanda dan ekspresi wajah tersenyum menghadap Bagus.
“Kemana aja asalkan heppy,” jawab Bagus sambil
tertawa.
Dengan ekspresi wajah yang masih tertawa dan
tersenyum-senyum, Andi menjawab omongan Bagus “Ada-ada aja kamu Gus.”
Doni yang sedari tadi hanya diam melihat tingkah laku temannya tersebut pun menabrak omongan Andi. “Bagus memang benar Ndi. Kemana aja yang
penting heppy.”
“Iya deh, yang penting heppy,” jawab Andi dengan wajah menatap kewajah Bagus dan Doni.
Perkataan Andi tersebutpun mengakhiri kebersamaan
mereka siang itu.
********
Tibalah waktu keberangkatan Study Tour sekolah
mereka ke Bali. Bagus CS pun sudah berkumpul bersama seperti biasanya. Bagus
yang suka bercanda sudah memulai polahnya dengan mengledek Doni,
“Mau Study
Tour apa mau pindah rumah kamu Don?” dengan
wajah yang memandangi barang bawaan
Doni.
Doni menjawab dengan ekspresi bercanda “Mau
pindahan ! ya mau Study Tourlahh.”
Hari sudah petang, Bagus dan teman-temannya belum
juga berangkat. Saat bulan semakin jelas diatas langit, Bagus CS pun masuk ke
bus. Di dalam bus, Bagus kembali mengeluarkan candaan mautnya. Namun Andi dan
Doni tak merespon candaannya. Bagus menoleh kewajah Andi dan Doni, ternyata mereka
sudah tertidur dengan pulasnya. Rasa kantuk yang menerpa Andi dan Doni sudah
tak tertolong. Dengan kesalnya, Bagus pun
ngeromed sendiri dan akhirnya ikut tidur.
********
Malam berlarut menemani perjalanan Bagus dan
teman-temannya. Bulan bersinar terang menyinari petangnya malam. Bagus CS
terbangun saat bus yang mereka naiki berhenti dimasjid untuk melaksanakan
sholat subuh. Bagus CS turun dan melaksanakan sholat subuh.
Dalam perjalanan Bagus tak seperti biasanya yang suka bercanda
dan asik mengajak berbicara temannya. Bagus tampak lesu dan tak bersemangat.
“Ada apa denganmu wahai Bagus si anak crewet?”
tanya Andi dengan nada bercanda.
“Haha Bagus kenapa tuhh?” sahut Doni dengan wajah
tersenyum.
Bagus hanya diam dan tak merespon perkataan temannya
tersebut. Ia tak mempedulikan apa yang dikatakan Andi dan Doni. Akhirnya
Baguspun tertidur dengan pulas saat teman-temannya sedang bercanda.
Matahari mulai menampakan dirinya, hari mulai
terang. Bagus yang sempat tertidur pulas sudah terbangun, karena bus yang ia
naiki berhenti direstoran untuk makan pagi. Bagus sangat lahap dan bersemangat
saat makan pagi. Donipun menegur Bagus dengan perkataannya.
“Makan kaya ngga pernah makan aja kamu. Makannya
yang sabar aja donk. Ntar keselek rasain looh.”
“Biarin aja kali. Yang makan juga gue, kenapa lo
yang repot,” Jawab Bagus dengan ekspresi wajah yang tak seperti biasanya.
“Dibilangin ngga percaya, keselek baru tau rasa lo!” Jawab Doni dengan nada kesal.
Perjalanan kembali dilanjutkan, Bagus CS yang kelelahan
akhirnya tertidur pulas.
********
Matahari mulai menghilang, perjalanan Bagus CS
masih panjang, mereka baru sampai didaerah madiun. Mereka bercanda dan terus
bercanda untuk mengisi waktu luangnya di perjalanan.
Malam berlarut, Bagus CS sudah sampai di
pelabuhan. Mereka menyebrang menggunakan kapal ferri. Saat fajar mulai muncul,
mereka sudah berada dipulai Bali, pulau tujuan mereka. Matahari sudah bertambah
jelas, perjalanan masih berlanjut ke Tanah Lot. Bagus CS hanya berfoto-foto di Tanah
Lot. Saat matahari sudah berada diatas kepala, Bagus CS menuju ke Tanjung Benoa
dan Garuda Wisnu Kencana. Mereka berfoto-foto dan makan siang.
Saat
matahari sudah berada di ufuk barat, Bagus CS dan rombongan bertolak ke Pantai
Dreamland Kuta untuk melihat keindahan sunset. Matahari telah menghilang, Mereka
menuju penginapan dan sampai saat bulan sudah muncul di langit. Dengan rasa
letih dan lesu, Bagus CS turun dari bus menuju kamar penginapan. Malam
berlarut, Bagus CS sudah tertidur pulas.
********
Fajar muncul diufuk timur, Bagus CS sudah
bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Mereka menyaksikan Barong Dance (tari
barong) dan melanjutkan mengunjungi pusat oleh-oleh khas Bali. Hari sudah
menjelang sore, Bagus dan rombongan menuju ke Subak. Tempat irigasi pertanian
disana. Malam harinya rombongan kembali ke penginapan. Sampai di penginapan, mereka
tidak langsung istirahat. Bagus CS bermain di depan kamar penginapan. Bagus CS
bercanda tawa bersama.
Saat
malam semakin berlarut, Bagus dan teman-temannya bermain bildyard bersama. Saat
malam bertambah larut, Andi mengajak Bagus dan Doni untuk bermain kekamar teman
sebelah, tetapi Bagus memilih tidak ikut dan memilih menunggu di kamar.
“Kita
ke kamar Fian yuk?” tanya Andi kepada Bagus dan Doni.
“ Ngga
lahh, aku ngga ikut,” jawab Bagus dengan nada lesu.
“Yahh,, Bagus masa ngga ikut sihh? Ngga asikk yahhh,” sahut Doni dengan
nada dan ekspresi yang tidak semangat.
Bagus
menjawab dengan nada lemas, “Penginnya sihh ikut, tapi ngga lahh, aku di kamar
aja lahh.”
“Ya udah,
aku pergi sama Doni dulu ya. Nih kunci kamar pegang kamu aja,” jelas Andi.
“Okee!” jawab
Bagus.
Andi dan
Doni bergegas pergi bermain ke kamar temannya. Mereka berbincang, bercanda tawa
bersama teman lainnya. Malam semakin larut, Andi dan memutuskan untuk kembali
ke kamar. Saat berada di depan kamar, Andi dan Doni mendapati pintu kamar sudah
terkunci dari dalam. Andi mengintip, ternyata Bagus sudah tertidur pulas.
Mereka mengetuk-ngetuk pintu dan berteriak memanggil nama Bagus.
“Bagus
bangun Gus !”
Tetapi
Bagus tak meresponnya. Akhirnya dengan perasaan yang berbeda dari biasanya,
Andi marah dan berbicara yang tidak-tidak.
“Dasar
Bagus tak punya pikiran!! Teman ada di luar kok pintunya dikunci. Ditinggal
tidur lagi! Dasar bego,” ucap Andi sambil marah-marah.
Doni
berusaha menenangkan pikiran Andi, “Udahlah biarin aja, paling Bagusnya
ketiduran.”
“Iya sihh,
tapi gimana nasib kita nihh. Mau tidur dimana?” jawab Andi menjelaskan.
“Udahlah,
kita numpang tidur di kamar sebelah aja,” jelas Doni.
“Iya dehh,
yuk kita ke kamar sebelahh,” sahut Andi.
Akhirnya
Andi dan Doni menumpang di kamar sebelah dengan 8 orang dalam satu kamar.
********
Fajar
sudah muncul diufuk timur, Andi dan Doni terbangun dan kembali ke kamar mereka.
Di kamar mereka, sudah tampak Bagus yang sedang berpakaian. Andi dan Doni pun
cuek kepada Bagus karena kejadian semalam. Bagus yang merasa bersalahpun
meminta maaf kepada Andi dan Doni. Andi dan Doni semula tak merespon permintaan
maaf dari Bagus. Tetapi akhirnya mereka memaafkan Bagus.
“Maafin
aku lahh, aku semalem ketiduran. Aku terpaksa mengunci pintu karena aku dah
ngantuk,” Bagus menjelaskan kepada Andi dan Doni.
“Iya dehh
aku maafin. Tapi jangan ulangi lagi ya,” Jawab Doni.
“Iya
jangan ulangi lagi. Lo tau ngga kiata tidur dimana?” Tambah Andi.
“Ngga tau.
Emang tidur dimana?” Tanya Bagus.
“Kita
tidur dikamar sebelah, 8 orang sekamar tau,” Jelas Andi dengan raut wajah yang
tampak marah.
Pagi
berlalu, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Menuju Wisata Hutan Pala
Sangeh. Disana mereka melihat-lihat hewan monyet dialam bebas. Mereka bercanda
ria kembali.
Siang
harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Danau Bedugul untuk makan siang dan
melihat keindahan alam Bedugul. Matahari mulai menghilang, Bagus CS melanjutkan
perjalanan menuju ke penyebrangan dan menyebrang ke pulau Jawa. Dalam
perjalanan, mereka kembali bercanda dan berbincang-bincang bersama. Malam
berlarut, Bagus CS masih asik bercanda ria. Sampai akhirnya mereka tertidur
pulas dan terbangun di pagi harinya.
Mereka meneruskan
perjalanan dengan penuh kegembiraan.

11:58 PM
Unknown
Posted in:


0 komentar:
Posting Komentar